Entri yang Diunggulkan

Shiddiq, Amanah, Tabligh, Fathanah

Ahlak Terpuji 2 (Shiddiq, Amanah, Tablig dan Fathanah) Perilaku Rasulullah saw adalah suri teladan bagi umat manusia. Ketinggian ...

Selasa, 23 April 2013

Adab Islam terhadap Tetangga

A.    Pengertian dan sikap terhadap tetangga



1        Pengertian Adab
Adab adalah tata cara sopan santun atau kesopanan. Karena itu sebagai pelajar yang baik, kalian harus selalu berkata dan bertingkah laku yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
Adab dalam istilah islam adalah akhlak, yang bearti budi pekerti, perangai, tingkah laku, atau tabiat. Jadi, akhlak adalah suatu hal yang menjelaskan arti baik dan buruk, meneangkan apa yang seharusnya dilakuan oleh seorang manusia terhadap tuhannya, terhadap sesamanya, dan terhadap mahluk lainnya.
Dengan demikian, manusia dituntut untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang baik. Dan bila hal ini dilakukan seorang pelajar, maka pelajar tersebut tergolong sebagai orang yang beradab atau berahklak.

2        Pengertian Tetangga
Tetangga adalah orang yan rumahnya berdekatan dengan rumah kita. Jadi, semua orang yang rumahnya berdekatan dan bersebelahan dengan rumah kita itu adalah tetangga, baik mereka yang beragama islam maupun mereka yang beragama lainnya. Sebagai tetangga kita harus saling menghargai, menghormati, tolong-menolong, baik tetangga itu kaya maupun tetangga itu orang miskin. Rasulullah saw bersabda sebagai berikut:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ
“Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hormatilah tetangga.” (H.R. Muslim)

B.     Sikap terhadap Tetangga
1        Cara bertetangga
Tetangga yang baik adalah tetangga yang saling menghormati, menghargai, dan tolong-menolong dalam segala keadaan. Kita harus mengerti tetangga kita. Dalam bertetangga tidak diperkenankan melakukan perbuatan yang mengganggu tetangga, seperti:
a.       Memfitnah tetangga
b.      Merusak taman yang ada di sekitar rumah tetangga
c.       Membunyikaaan music dengan sangat keras
d.      Mengganggu putera-putri atau binatang peliharaannya
e.       Mengganggu rumah tangganya
f.       Mempersulit tetangga yang membutuhkan kita
g.      Membiarkan tetangga yang kesusahan

2        Tolong menolong dalam bertetangga
Manusia adalah mahluk social yang harus bergaul dengan manusia lainnya dan tidak bias menyendiri, tetapi harus berhubungan dan berinteraksi dengan sesamanya.
Dalam bertetangga kita pasti akan saling membutuhkan satu sama lain. Tetangga yang kaya membutuhkan tetangga yang miskin untuk membantu menyelesaikan pekerjaannya. Dan tetangga yang miskin membutuhkan orang kaya untuk bekerja dan mencukupi kebutuhan hidupnya. Karena itu, kita hendaknya jangan memandang remeh tetangga yang miskin, sebab kita membutuhkan mereka dan mereka pun membutuhkan kita. Allah swt berfirman sebagai berikut:
dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. (Q.S. Al-Maidah: 2)

3        Sopan santun dalam bertetangga
Tetangga adalah orang yang sangat dekat dengan kita. Bila kita tertimpa musibah atau mengadakan hajatan, tetangga yang lebih dahulu membantu kita, setelah itu saudara-saudara kita dan handai taulan yang jauh dengan kita.
Dalam bertetangga kita harus menciptakan situasi yang bersahabat, baik di rumah, di jalan, dan di tempat-tempat umum lainnya. Karena itu, kita harus memiliki sopan santun dalam bertetangga. Di antara sopan santun dalam bertetangga itu adalah sebagai berikut:
1        Harus hormat menghormati dengan tetangga, seperti menyapa ketika berjumpa di jalan, atau mengucapkan salam ketika bertemu.
2        Bila kita berbahagia, undanglah tetangga kita untuk berbagi kebahagiaan itu. Dan ila tetangga kita mendapat kebahagiaan, kita ucapkan selamat kepada mereka.
3        Hendaklah kita sopan dalam berkata dan berbuat.
4        Bantulah tetangga kita yang kekurangan dan kesusahan.
5        Bersikap dan berbuat adillah dengan tetangga, serta tepatilah janji. Jika kita sering mengingkari janji tentu hubungan dengan tetangga tidak akan baik. Ingat janji itu adalah utang.
6        Bila kita memiliki makanan, maka berbagilah dengan tetangga kita. Dalam sebuah hadits disebutkan dari Abu Dzar ia berkata:
أَوْصَانِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا طَبَخْتُ قِدْرًا أَنْ أُكْثِرَ مَرَقَتَهَا فَإِنَّهَا أَوْسَعُ لِلْجِيرَانِ
"Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam memberiku wasiat agar apabila aku masak untuk memperbanyak kuahnya, sebab hal itu dapat memperlapang tetangga (untuk ikut merasakan)." (AHMAD - 20417)


Uji Kompetensi
Pilihlah satu jawaban a, b, c, atau d dengan memberi tanda silang (X) pada salah satu jawaban yang paling benar!

1        Tetangga adalah…
a.       Orang yang paling dekat dengan kita                                                 c. Saudara kita
b.      Orang yang tinggal berdekatan dengan kita                           d. Sahabat kita

2        Bila tetangga kita orang miskin, kita harus…
a.       Membiarkannya                                                                      c. Membantunya
b.      Menghinanya                                                                          d. Mendekatinya

3        Bila tetangga kita sakit, kita harus…
a.       Mengunjunginya                                                                     c. Menjauhinya
b.      Membiarkanya                                                                        d. Menghinanya

4        Bila tetangga kita minta tolong, tapi kita tidak mampu membantu, kita harus…
a.       Berbicara baik-baik                                                                 c. Marah-marah
b.      Bersedih                                                                                  d. Diam saja

5        “Jika kamu beriman pada Allah dan hari akhir,……”
a.       Hormatilah ibumu                                                                   c. Hormatilah tetanggamu
b.      Hormatilah kakakmu                                                               d. Angkatlah tetanggamu


6        Jika mempunyai rezeki yang banyak. Kita…
a.       Berbagi dengan tetangga                                                        c. Memberi tahu tetangga
b.      Habiskan sendiri                                                                     d. Menyindir tetangga

7        Tetangga minta bantuan untuk mencuri listrik dari tiang listrik, maka kita…
a.       Tidak membantunya                                                               c. Membantu dengan senang hati
b.      Tidak membantu dan memberi tahu yang baik dilakukan      d. Membiarkannya

8        Bila bertemu dengan tetangga…
a.       Ucapkan salam                                                                        c. Beri uang
b.      Beri hormat                                                                             d. Memalingkan muka

9        Terhadap tetangga kita tidak boleh…
a.       Masa bodoh                                                                            c. Membantu
b.      Baik hati                                                                                  d. Menolong

10    Sikap yang baik terhadap tetangga adalah saling…
a.       Memfitnah                                                                              c. Membiarkan
b.      Mengejek                                                                                d. Menghormati

Isilah titik-titik dibawah ini dengan benar!
1        Orang yang rumahnya berdekatan dengan kita adalah…
2        Kita harus tolong menolong dalam hal…
3        Adab sama artinya dengan…
4        Tetangga yang baik itu adalah tetangga yang saling…
5        Bila bertemu tetangga, kita ucapkan…
6        Bila kita bahagia sikap kita terhadap tetangga…
7        Budi pekerti yang menjadi kebiasaan disebut…
8        Bila tetangga kita mendapat kesenangan sikap kita…
9        Janji itu adalah…
10    Dalam berkata dengan tetangga kita harus…
Jawablah pertanyaan berikut secara singkat dan tepat
1        Bagaimana sikapmu terhadap tetanggamu? Ceritakan!
2        Pernahkah kamu berselisih pendapat (berkelahi) dengan tetanggamu? Mengapa?
3        Apakah pernah kamu diundang oleh tetanggamu? Dalam acara apa?
4        Pernahkah kamu membantu tetanggamu? Kapan?
5        Adakah tetanggamu yang tidak kamu sukai? Mengapa?

Minggu, 21 April 2013

ahlak terpuji


Ahlak Terpuji
( Tanggung jawab, Adil dan Bijaksana )

A.      Tanggung Jawab
Tanggung jawab adalah melaksanakan sesuatu dengan sungguh-sungguh dengan sesuai dengan ketentuannya. Tanggung jawab menjadi bagian penting dari sifat-sifat mulia yang harus dimiliki oleh seseorang. Tanpa tanggung jawab segala jenis pekerjaan akan berantakan. Banyak hal yang akan terbelangkai. Di sekolah pun para guru kita juga berusaha mendidik kita tentang arti penting tanggung jawab. Rasulullah bersabda:


setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin pasti akan diminta pertanggung jawaban atas kepemimpinannya” (Hr. Bukhari Muslim)

Tanggung jawab bisa terhadap diri sendiri dan terhadap orang lain. Contoh terhadap diri sendiri, yaitu jika kita seorang murid maka tanggung jawab kita adalah belajar dengan sungguh-sungguh. Jika kita seorang muslim maka kita harus menaati semua perintah Allah swt dan rasul-Nya.
Sedangkan bentuk tanggung jawab kepada orang lain yaitu, jika kita dipercaya untuk menjalankan suatu tugas, kita harus melaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

B.      Adil
Arti menurut bahasa adalah tidak berat sebelah atau menempatkan sesuatu pada tempatnya. Sedangkan secara istilah adil adalah suatu sikap mutlak yang tidak menunjukkkan kecondongan cinta atau marah.

Berlaku adil dalam islam terdiri atas 3 bagian, antara lain:
1.       Berlaku adil kepada Allah swt, yaitu dengan tidak mempersekutukan-Nya, menaati perintah-Nya, tidak melanggar larangan-Nya, dan mensyukuri nikmat-Nya.
2.Berlaku adil dalam menetapkan hokum terhadap manusia. Misalnya adil dalam menegakkan hokum terhadap pelaku kejahatan. Firman Allah swt:   
  
...apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha Melihat. (Qs. An-Nisa: 58)

3.       Berlaku adil terhadap keluarga. Maksudnya tidak ada rasa pilih kasih dalam keluarga. Semua anggota keluarga saling menyayangi satu sama lain. Tidak ada yang lebih disayang atau lebih tidak disukai

Keadilan hendaknya ditegakkan dimana saja dan kepada siapa saja. Kita diperintahkan untuk berbuat adil kepad diri sendiri, kepada keluarga, kepada teman-teman, dan kepada siapa pun. Di dalam surah An-Nisa ayat 135 Allah berfirman:

Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi Karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. jika ia Kaya ataupun miskin, Maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu Karena ingin menyimpang dari kebenaran. dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, Maka Sesungguhnya Allah adalah Maha mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.

Kebalikkan dari adil adalah zalim. Zalim yaitu tidak memperhatikan hak orang lain. Mencuri adalah perbuatan zalim, karena orang yang mencuri mengambil hak orang lain. Seorang pemimpin yang membela orang yang salah dan menghukum orang benar adalah pemimpin yang zalim.
Allah swt dan rasul-Nya menyuruh kita untuk berlaku adil dan melarang berbuat zalim. Oleh karena itu, hendaknya kita berusaha untuk selalu berbuat adil, dan janganlah sekali-kali berbuat zalim.

C.      Bijaksana
Bijaksana disebut juga dengan al-Hikmah. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, bijaksana diartikan dengan: 1. Menggunakan akal budi; arif; tajam. 2. Pandai dan hati-hati. Sedangkan hikmah diartikan kebijaksanaan; kesaktian; dan manfaat. Jadi yang disebut dengan al-Hikmah adalah perkataan yang tepat dan tegas yang diiringi dengan dalil yang dapat mengungkapkan kebenaran.
Dalam sejarah islam banyak sekali tokoh-tokoh yang sangat terkenal dengan kebijaksanaannya. Apalagi dalam diri rasulullah saw. Ketika hendak dibunuh oleh seorang Quraisy Suraqah bin Malik. Dia adalah pemuda quraisy yang terkenal mahir menunggang kuda. Dengan diimingi hadiah 100 ekor unta ia bersiap-siap dengan pedang tajam hendak membunuh rasulullah saw. Tiba-tiba bumi menarik Suraqah dan kudanya terpendam sakpai ke batas lutut. Lalu Suraqah minta tolong kepada nabi saw, lalu rasulullah berdoa kepada Allah swt dan selamatlah Suraqah beserta kudanya.

Dari kisah diatas nampaklah kebijaksanaan rasulullah saw terhadap orang yang sudah tidak berdaya. Kamu juga harus demikian, berbuatlah sebijaksana mungkin. Hargailah orangtua, guru dan teman. Laksanakanlah yang menjadi kewajiban kita sebagai seorang murid.
Agar dapat berbuat bijaksana, kita harus:
1.       Berpikir dengan tenang
2.       Berusaha menyusun perbuatan yang baik
3.       Mengatur perbuatan yang sesuai dengan keadaan dan zaman
4.       Hindari perbuatan yang dilaran oleh Allah swt

Kerugian bila kita tidak bersikap bijaksana adalah
1.       Dicemoohkan orang
2.       Tidak disukai oleh teman-teman
3.       Dapat menyakiti orang lain